Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, tengah mempercepat proses relokasi pengungsi dari tenda ke hunian sementara (huntara) menjelang bulan suci Ramadhan. Pembangunan hunian sementara telah berlangsung di beberapa wilayah di Kabupaten Pidie Jaya dengan harapan dapat selesai secepat mungkin, memungkinkan pengungsi banjir untuk segera direlokasi sebelum Ramadhan.
Selain fokus pada relokasi, BPBD Kabupaten Pidie Jaya juga terus melakukan distribusi logistik ke titik-titik pengungsian, termasuk kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Layanan lain seperti kesehatan dan pasokan air bersih juga menjadi prioritas dalam upaya penanganan bencana.
Meskipun sebagian warga yang menjadi korban banjir masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, seperti di Dusun Meunasah Krueng, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, kebutuhan pokok dan pasokan air bersih mulai menipis. Tercatat 21 keluarga dari dusun tersebut telah terdata untuk direlokasi ke hunian sementara, meskipun masih ada kendala seperti rumah yang tertimbun lumpur.
Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, jumlah warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 82.922 jiwa dari 22.973 keluarga, dengan titik pengungsian tersebar di 38 lokasi berbeda. Langkah-langkah relokasi dan distribusi logistik terus dilakukan secara tertib untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi para korban banjir di daerah tersebut.
