Pada akhir November 2025, banjir bandang melanda Aceh Tamiang, merusak gedung DPRK setempat. Wakil Ketua I DPRK Aceh Tamiang, Syaiful Bahri, mengungkapkan bahwa mereka memperbaiki kantor pimpinan legislatif tersebut dengan menggunakan material bekas dari banjir tersebut. Dengan memanfaatkan barang-barang yang tersisa, seperti pintu, besi, kayu, dan bahan lainnya, mereka berhasil memperbaiki ruangan pimpinan yang rusak. Meskipun kerusakan fisik di lantai satu gedung mencapai 95 persen, gedung masih dapat digunakan sebagai tempat pengungsian. Namun, perlengkapan kerja seperti meja, sofa, lemari, dan alat kerja lainnya rusak akibat banjir. Aktivitas pegawai disekretariat dewan dipindahkan ke ruang Panitia Anggaran di lantai dua setelah dibersihkan oleh personel TNI AD. Meskipun masih dalam masa pemulihan, DPRK Aceh Tamiang tetap berusaha bangkit dari bencana yang melanda mereka.
Share
Berita Lainnya
