Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kelenteng (Pekong) Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, berlangsung dengan kesederhanaan karena masyarakat masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025 lalu. Penjaga Kelenteng milik Yayasan Vihara Dharma Buddha Tua Pe Kong Seruway, Asan (35), di Aceh Tamiang, Senin, menyatakan bahwa perayaan tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, jemaat yang juga menurun drastis akibat bencana.
Sebelum bencana, Kelenteng biasanya ramai dengan 100-an orang yang datang merayakan, namun semenjak bencana banjir, kondisi menjadi sepi. Tahun ini, perayaan dilaksanakan secara sederhana. Jemaat yang berkunjung biasanya berasal dari berbagai daerah, seperti Medan, Sumatera Utara, hingga Jakarta. Meski demikian, ritual ibadah tetap dijalankan, termasuk penyalaan dupa, pembakaran kertas doa, dan sembahyang untuk keselamatan keluarga.
Puncak perayaan dimulai dari pukul 19.00 hingga 00.00 malam ini. Meskipun sederhana, doa keselamatan dan penghormatan terhadap situasi pascabencana tetap menjadi fokus utama. Kelenteng Seruway sendiri memiliki nilai sejarah tinggi, dibangun pada tahun 1897, bangunan ini merupakan rumah ibadah umat Khonghucu tertua di Kabupaten Aceh Tamiang. Asan, penjaga kelenteng tersebut yang telah mengabdi selama delapan tahun, berharap Tahun Baru Imlek kali ini membawa pemulihan yang cepat bagi wilayah Aceh Tamiang.
Ia berharap aktivitas masyarakat dan ibadah dapat kembali normal seperti sedia kala. Semoga momentum ini membawa kebaikan dan pemulihan bagi masyarakat Aceh Tamiang.
