Iran, AS, dan Israel terlibat dalam konflik timur tengah yang berlangsung hampir sebulan. Selain serangan rudal dan drone, Iran juga meluncurkan serangan “perang persepsi” melalui meme, video animasi, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menargetkan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Konten viral seperti video animasi Trump dalam bentuk Lego dan karakter anak-anak Teletubbies serta klip yang menggambarkan Iran sebagai ‘Penguasa Selat’ yang mampu mengganggu Selat Hormuz strategis telah menyebar luas. Media Iran, akun proksi, dan jaringan dukungan luar negeri menyebarkan dukungan ini untuk menciptakan narasi bahwa Iran tetap kuat dan tak tergoyahkan. Strategi ini dianggap sebagai perang asimetris di mana Iran menggunakan keunggulan komunikasi digital untuk mengimbangi kekurangan kekuatan militernya. Serangan fisik dengan rudal dan drone menjadi dasar propaganda, sementara pesan propaganda juga disematkan dalam rudal yang ditembakkan. Para ahli melihat bahwa Iran menggunakan strategi ini untuk membuat narasi lebih meyakinkan bahwa Iran tetap kuat meskipun dihadapkan pada AS dan Israel.
Share
Berita Lainnya
