Friday, June 12, 2026

Perang AS-Iran: Apakah Robot Tempur Bakal Dikerahkan?

Share

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi militer telah berkembang pesat dengan adanya pergeseran menuju pengembangan robot militer yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Hal ini telah mengubah cara peperangan dilakukan, struktur pasukan, serta senjata dan peralatan yang digunakan. Vietnam pun memahami kebutuhan untuk mengembangkan teknologi militer sesuai dengan kondisi praktisnya guna membangun tentara yang modern dan dapat membela negara.

Perkembangan robot militer menjadi tren global yang mengubah keseimbangan kekuatan antar negara dan sektor militer. Menurut riset Mordor Intelligence, pasar robot militer diperkirakan mencapai USD 24,37 miliar pada tahun 2024 dengan proyeksi mencapai USD 34,12 miliar pada tahun 2029. Lebih dari 50 negara telah menerapkan program senjata terintegrasi AI, termasuk AS, Rusia, dan Tiongkok yang memimpin dalam pengembangan UAV tempur otonom, tank tanpa awak, dan sistem pertahanan cerdas.

Kolonel Tran Quoc Viet dari Biro Perang Elektronik Tentara Rakyat Vietnam menyatakan bahwa pengembangan teknologi robot militer merupakan kebutuhan bagi negara-negara maju, terutama yang memiliki niatan invasi atau pendudukan. Penelitian tentang robot militer juga dianggap sebagai langkah untuk melindungi kedaulatan nasional suatu negara. Dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi robot militer, tidak mengherankan bahwa banyak negara sedang fokus meningkatkan penelitian dalam bidang ini.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru