Friday, June 12, 2026

Peran Kecerdasan Buatan di Militer AS pada Konflik Iran-Israel

Share

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh AS dalam operasi militer di Venezuela dan Iran, dengan beralih ke OpenAI setelah perbedaan kebijakan keamanan, menunjukkan tekad AS untuk mempercepat integrasi AI di bidang pertahanan. Claude, sebuah chatbot dari Anthropic, terlibat dalam operasi penangkapan Nicolás Maduro di Venezuela dan persiapan serangan terhadap Ayatollah Ali Khamenei di Iran. Ahli Heidy Khlaaf mengungkapkan kekhawatirannya tentang kekurangan model bahasa skala besar, mempertanyakan kesiapan AI di lingkungan berisiko tinggi.

AS telah lama menggunakan teknologi otomatisasi dalam militer, dengan fokus utama pada logistik, pemeliharaan, dan penerjemahan sejak 2010-an. Presiden AS, termasuk Trump, Obama, dan Biden, telah mendorong penggunaan AI dalam kebijakan pertahanan, dengan adopsi ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic sebagai upaya terbaru dalam perlombaan senjata AI. Elke Schwarz, Profesor Teori Politik di Queen Mary University London, menyatakan bahwa AS mempercepat integrasi AI dalam pertahanan, terutama dalam menghadapi negara-negara saingan.

Dengan strategi ‘AI First’ dan anggaran miliaran dolar, AS bertekad untuk mempertahankan posisi terdepan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan dalam keamanan nasional. Meskipun masih terdapat kekhawatiran tentang ketepatan dan kesiapan teknologi, AS terus berupaya mempercepat adopsi AI dalam militer sebagai respons terhadap tantangan global.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru