Pulang – Penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang saat ini tinggal di barak dan tenda pengungsian, berharap untuk segera direlokasi ke hunian yang lebih layak. Rizwan, salah satu penyintas, mengekspresikan harapannya untuk direlokasi setelah tiga bulan tinggal di pengungsian. Rumah tempat tinggal sebelumnya rusak parah akibat banjir akhir November 2025, membuatnya tidak bisa pulang dan masih tinggal di barak sementara di halaman masjid Gampong Meunasah Raya. Rizwan bersama ratusan penyintas lain mengharapkan keputusan pemerintah daerah untuk segera memindahkan mereka ke hunian sementara yang sudah sebagian selesai dibangun di desa tersebut.
Di samping itu, Keuchik Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, mengungkapkan bahwa ada 95 unit hunian sementara yang didirikan di desa itu, dengan progres pembangunan rata-rata sudah mencapai 75 persen. Warga yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut, sebagian masih tinggal menumpang di rumah saudara atau kerabat karena huniannya masih belum layak dihuni akibat rusak parah dan tertimbun lumpur. Hal ini membuat keberadaan fasilitas air bersih dan listrik di tiga dusun di desa tersebut belum dapat diakses sepenuhnya. Semoga pemerintah daerah segera menyelesaikan relokasi penyintas ke hunian yang lebih aman dan nyaman dalam waktu dekat.
