TEROPONGACEH.COM | TAPAKTUAN – Dinas Pendidikan Aceh Selatan mengakui penyaluran bantuan beasiswa terhadap siswa kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP) tidak berjalan maksimal dan sarat persoalan.

Kasie Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Imam Khoiri mengungkapkan, persoalan itu selain diakibatkan tidak dilibatkannya mereka pada saat proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan, juga tidak transparannya pihak kementerian terkait mengenai data jumlah siswa penerima bantuan. Salinan data penerima beasiswa PIP tidak pernah dikirim ke Dinas Pendidikan. Hal itu mengakibatkan pengawasan dan pemantauan tidak bisa dilakukan maksimal.

“Salinan data siswa penerima bantuan itu, selama ini kami peroleh selalu dari jalur samping yakni baik melalui teman atau kenalan pegawai kementerian pendidikan di Jakarta maupun melalui pihak bank penyalur bantuan di Tapaktuan. Artinya bahwa data-data tersebut tidak pernah kami terima secara resmi dari kementerian terkait,” ungkap Imam Khoiri di Tapaktuan, Rabu, 7 September 2016.

Menurut Imam, tidak dilibatkannya Dinas Pendidikan saat pendataan dan verifikasi, menyebabkan bantuan beasiswa PIP banyak yang tidak tepat sasaran, malah ada siswa yang benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu tidak mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang merupakan salah satu syarat untuk menerima bantuan.

“Terhitung sejak tahun 2015 hingga 2016 saja, terdapat lebih kurang 5.262 orang siswa SMA dan SMK yang berstatus kurang mampu di Kabupaten Aceh Selatan, namanya tidak termasuk sebagai menerima bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah melalui kementerian terkait,” jelasnya.

Imbasnya kata Imam, banyak masyarakat yang protes ke dinas. Selain itu dalam beberapa kali rapat koordinator dengan kementerian terkait, pihaknya telah mempertanyakan persoalan itu namun jawaban yang diberikan adalah memerintahkan masing-masing kepala sekolah melakukan proses pendataan ulang dan mengirimkan data siswa tersebut melalui data pokok pendidikan (dapodik) yang terkoneksi secara online langsung ke kementerian terkait.

“Meskipun telah diperintahkan untuk mendata ulang namun dalam pelaksanaannya di lapangan tetap menjadi kendala, karena pihak kementerian tetap memprioritaskan pembayaran bantuan beasiswa tersebut kepada para siswa yang memilki KIP sedangkan siswa yang tidak memiliki KIP baru akan disalurkan bantuan jika alokasi anggaran yang tersedia ada sisanya,” sesal Imam.

Yang anehnya lagi, lanjutnya, dari ribuan jumlah siswa tingkat SMA dan SMK di daerah itu yang memiliki KIP, namun hanya sebanyak 1.135 orang yang namanya keluar sebagai penerima bantuan beasiswa PIP pada tahun 2016 ini. Itupun merupakan rekapitulasi usulan sejak tahun 2014 yang baru keluar bantuannya pada tahun 2016.

“Jumlah penerima sebanyak 1.135 orang dengan besaran anggaran sebesar Rp 1 juta/orang/tahun tersebut merupakan jumlah keseluruhan bantuan mulai tahap satu, dua, empat dan lima yang baru dikirim pada bulan September 2016. Sedangkan untuk tahap tiga hingga saat ini belum ada pemberitahuan apapun,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Imam Khoiri juga mengungkapkan bahwa dari jumlah keseluruhan siswa SMA dan SMK sebanyak 1.135 orang tersebut, tidak seluruhnya bisa mengambil bantuan beasiswa dimaksud di bank yang telah ditunjuk. Sebab sesuai aturan yang telah ditetapkan, khusus terhadap siswa yang telah tamat sekolah maka kepala sekolah tidak dibenarkan mengeluarkan rekomendasi untuk pencairan dana beasiswa itu di bank.

“Jika tidak ada rekomendasi dari kepala sekolah meskipun siswa bersangkutan memiliki KIP, maka pihak bank tetap tidak berani mencairkan dana. Status siswa SMA dan SMK berbeda dengan siswa SMP atau SD, sebab jika sudah tamat SMA atau SMK maka statusnya sudah bukan lagi pelajar, melainkan sudah berstatus eks siswa atau sudah menjadi nahasiswa,” jelasnya.

Akibatnya, kata Imam, anggaran beasiswa tersebut mengendap di bank tertentu karena tidak bisa diambil oleh siswa bersangkutan. Dia memperkirakan jika dikalkulasikan seluruh wilayah Indonesia, jumlah anggaran yang mengendap di bank tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.[Hendri Z]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here