Kepolisian Vietnam telah melaporkan bahwa lebih dari 8,4 miliar akun email pengguna di seluruh dunia telah diperjualbelikan secara online setelah menjadi target serangan siber sebelumnya. Tiga pria dari Hanoi, Thanh Hoa, dan Gia Lai sedang diselidiki atas tuduhan mengakses dan memperdagangkan data email secara ilegal. Mereka diduga terlibat dalam kegiatan tersebut dengan cara terorganisir dan berkomunikasi dengan kontak di luar negeri melalui aplikasi pesan Telegram. Investigasi awal menunjukkan bahwa dalam rentang waktu 2024 hingga 2025, lebih dari 8,4 miliar akun email telah terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut, menghasilkan pendapatan mencapai ratusan juta dong. Penyelidikan masih berlangsung dan kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat.
Share
Berita Lainnya
