BNNP Aceh dan UIN Ar-Raniry Perkuat Benteng Kampus dari Ancaman Narkoba
Banda Aceh – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan akademik kembali mendapat perhatian serius. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry untuk memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di kampus, di tengah ancaman peredaran gelap yang terus berkembang dan kian rumit.
Kampus Disebut Punya Peran Kunci
Kepala BNNP Aceh, Dedy Tabrani, menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurut dia, mahasiswa perlu dibekali bukan hanya kecerdasan akademik, melainkan juga ketahanan moral agar tidak mudah terjerumus dalam bahaya narkoba.
Karena itu, kerja sama dengan UIN Ar-Raniry diarahkan untuk mendorong penerapan program P4GN atau Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ke dalam kegiatan akademik maupun kemahasiswaan. Langkah ini dipandang sebagai cara memperluas jangkauan edukasi agar pencegahan tidak berhenti pada seremonial, tetapi masuk ke aktivitas sehari-hari di kampus.
Sinergi Tri Dharma Jadi Landasan
Penandatanganan kerja sama antara BNNP Aceh dan FISIP UIN Ar-Raniry juga menegaskan pentingnya sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks ini, kampus didorong untuk tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pusat gerakan sosial yang aktif menghadapi persoalan narkoba.
Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof Muji Mulia, menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah penting untuk menjaga kampus tetap aman dari ancaman narkoba. Ia menilai penguatan kerja sama dengan BNNP Aceh akan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terlindungi dan responsif terhadap risiko penyalahgunaan zat terlarang.
Komitmen Menjaga Kampus Tetap Bersih
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arah pengembangan kampus sebagai pusat akademik yang menjunjung nilai-nilai Pancasila dan menolak narkoba. Ia menyoroti bahwa persoalan narkoba tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas lembaga agar hasilnya lebih terasa.
Di tengah tantangan sosial yang terus berubah, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga seperti BNN dipandang menjadi salah satu cara paling efektif untuk membangun lingkungan belajar yang sehat, berintegritas, dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
