JAKARTA — Keamanan siber menjadi bagian penting dalam pengelolaan data statistik nasional. Peran tersebut mendapat perhatian ketika BSSN menerima penghargaan dari BPS pada Malam Anugerah Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Penghargaan diserahkan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti kepada Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi. BSSN dinilai berkontribusi dalam membangun fondasi keamanan siber untuk menjaga integritas, validitas, dan ketahanan data statistik nasional.
Data yang Andal Perlu Perlindungan Siber
Nugroho mengatakan digitalisasi pemerintahan membutuhkan fondasi keamanan siber dan sandi yang kuat. Kebutuhan itu, menurutnya, semakin penting seiring berkembangnya transformasi dan perekonomian digital.
Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas kerja jajaran BSSN dalam menjaga ekosistem data nasional, termasuk mendukung implementasi Satu Data Indonesia. Perlindungan siber diperlukan agar data yang digunakan dalam proses pembangunan tetap aman dan dapat dipercaya.
Kerja sama BSSN dan BPS akan terus diperkuat untuk melindungi instrumen pengumpulan data nasional. Cakupannya meliputi Sensus Ekonomi serta basis data sektoral lainnya yang berpotensi menghadapi ancaman di ruang siber.
Penyerahan penghargaan itu turut disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. HSN 2026 mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
