Peneliti dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Banda Aceh telah berhasil mengembangkan material baterai inovatif berbasis tumbuhan yang dapat meningkatkan kinerja baterai lithium-ion. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Abd Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry menciptakan inovasi ini sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan teknologi energi masa depan dan meningkatkan kemandirian energi nasional.
Proyek penelitian melibatkan tim peneliti dari UIN Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, serta kolaborasi dengan lembaga riset nasional seperti Institut Teknologi Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Negeri Surakarta. Pendanaan untuk penelitian ini diperoleh melalui program MORA The AIR Fund, skema pendanaan riset dari kerja sama antara Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama dan LPDP.
Dalam penelitiannya, tim mengembangkan material komposit nikel oksida (NiO) dan grafit melalui metode green synthesis yang menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai agen reduksi. Metode ini diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan sintesis kimia konvensional yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Material komposit yang dihasilkan digunakan sebagai anoda baterai lithium-ion, yang berperan dalam menyimpan ion lithium selama proses pengisian energi.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa material yang dikembangkan memiliki kapasitas penyimpanan energi yang lebih tinggi daripada grafit komersial, serta efisiensi coulombic yang tinggi. Efisiensi coulombic merupakan indikator penting dalam teknologi baterai yang menunjukkan seberapa besar energi yang dapat digunakan kembali setelah proses pengisian. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan teknologi energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
