Friday, July 17, 2026

Pengelolaan Limbah Plastik: Inisiatif Ekonomi Sirkular {Katahati Institute & Unimal}

Share




Focus Group Discussion: Pengelolaan Limbah Plastik Berbasis <a href="https://teropongaceh.com/sekda-aceh-ajak-masyarakat-sensus-ekonomi-2026.html">Ekonomi</a> Sirkular

Memperkuat Kolaborasi untuk Pengelolaan Limbah Plastik Berbasis Ekonomi Sirkular

Katahati Institute berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh dan didukung oleh Pegadaian Area Banda Aceh mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengelolaan Lingkungan dan Pengolahan Limbah Plastik Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Green Community”. Acara ini berlangsung di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh (Unimal), Kota Lhokseumawe, pada hari Senin (6/7/2026).

Mempertemukan Berbagai Pihak untuk Menyikapi Persoalan Limbah Plastik

FGD ini menjadi wadah bagi unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, organisasi masyarakat, dan pegiat lingkungan untuk memperkuat kerjasama dalam menghadapi masalah limbah plastik melalui pendekatan ekonomi sirkular. Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai langkah strategis dalam mencari solusi atas kompleksitas permasalahan sampah plastik.

Potensi Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Limbah Plastik

Menurut jelasan dari Prof. Ichwana, narasumber dari Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, limbah plastik merupakan salah satu isu lingkungan yang mendesak. Namun, dengan pendekatan ekonomi sirkular, limbah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki arah kebijakan yang jelas terkait pengelolaan limbah plastik melalui Peta Jalan SDGs Indonesia dan Peta Jalan Ekonomi Sirkular 2025–2045.

Tantangan dan Peluang dalam Pengelolaan Limbah Plastik

Dr. Rozanna Dewi dari Center of Excellence (CoE) TechnoPlast Universitas Malikussaleh menyoroti tantangan dalam pengelolaan limbah plastik namun juga menyampaikan peluang pengembangan inovasi plastik ramah lingkungan. Melalui riset yang telah dilakukan, Universitas Malikussaleh berhasil mengembangkan plastik degradable berbahan dasar pati sagu sebagai alternatif pengganti plastik konvensional, sehingga membuka potensi pasar baru.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Badan Pengurus Katahati Institute, Chairul Muslim, menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak dalam mengembangkan ekonomi sirkular sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan limbah plastik dan juga sebagai kesempatan untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru