Pada suatu sore musim dingin yang dingin, saat pekerjaan arkeologi di reruntuhan kota kuno Bairen di Kabupaten Longyao, Kota Xingtai, Provinsi Hebei, China utara hampir selesai, sebuah gundukan tanah dengan struktur yang tidak biasa menarik perhatian para arkeolog. Saat para ahli dari Fakultas Sejarah Universitas Renmin Tiongkok membersihkan tanah, mereka melihat aksara Tiongkok kuno mulai muncul di gundukan tanah tersebut. Mereka menemukan prasasti yang terungkap sebagai “Bai Ren Cheng Yin,” yang merupakan stempel resmi Kabupaten Bairen pada masa Dinasti Han sekitar 206 SM.
Para arkeolog yang terlibat dalam proyek tersebut, Cao Yu, Li Keying, dan Wang Ziqi, merasa senang dan kagum dengan penemuan ini. Stempel tanah liat ini, meskipun kecil, dianggap lebih berharga daripada emas oleh Wang Ziqi. Penemuan ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut berdekatan dengan kantor administrasi kota kuno Bairen selama Dinasti Han. Jenis stempel tanah liat ini digunakan untuk memberi cap resmi pada dokumen atau barang lainnya untuk memastikan keaslian dan mencegah pemalsuan selama pengiriman.
Bagi Wang Ziqi, stempel tanah liat tersebut merupakan bukti kemakmuran dan pentingnya kota Bairen pada masa kuno. Penemuan ini memberikan informasi berharga tentang sejarah dan kehidupan masyarakat pada zaman itu. Kesimpulan dari penemuan ini adalah bahwa kota Bairen memiliki peran yang signifikan di masa lalu.
