Anak-anak korban banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, terutama di TK Al-Bayyan, Meunasah Kreueng Baroe, dan Manyang Cut, masih mengalami trauma ketika hujan turun, menurut Kepala Sekolah setempat. Meskipun aktivitas sekolah telah dimulai kembali dalam tenda darurat, banyak anak merasa takut saat hujan turun karena khawatir akan terulangnya banjir. Di tengah kegiatan belajar di tenda darurat yang diselenggarakan oleh Pertamina Patra Niaga, kepala sekolah menjelaskan bahwa sebagian besar siswa, walaupun hanya sekitar 10-15 anak yang hadir, masih mengalami trauma dan enggan berpisah dengan orang tua.
Dalam upaya mengurangi trauma dan mengembalikan semangat anak-anak, TK Al-Bayyan bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga menyelenggarakan program trauma healing setiap hari di tenda darurat sekolah. Dengan pendampingan dari relawan Pertamina Patra Niaga, anak-anak diberikan kegiatan untuk membantu pemulihan luka emosional akibat bencana yang mereka alami. Kepala sekolah bersama guru terus berusaha untuk mendampingi anak-anak dalam kondisi keterbatasan, meskipun ruang kelas mereka tergenang lumpur. Pertamina Patra Niaga hadir untuk memberikan dukungan dengan menyediakan tenda untuk kegiatan belajar mengajar dan kelas pengajian TK Al-Bayyan.
Junior Officer 1 CSR Pertamina Patra Niaga, Calvin Aryos, menyatakan bahwa kehadiran Pertamina Patra Niaga bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma dan kembali ceria. Mereka akan terus memberikan dukungan bagi TK Al-Bayyan untuk proses pemulihan sehingga seluruh anak-anak bisa kembali menikmati sekolah dengan penuh keceriaan.
