Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I tengah mempercepat pemulihan daerah irigasi (DI) Jambo Aye-Langkahan di Kabupaten Aceh Utara. Daerah irigasi ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada akhir November 2025. BWS Sumatera I terus bergerak cepat dalam melakukan penanganan darurat selama bencana alam terjadi. DI Jambo Aye-Langkahan memiliki luas layanan mencapai 19.473 hektare dan bersumber dari Sungai Arakundo. Operasionalnya terhenti akibat bencana banjir yang juga menyebabkan kerusakan pada bangunan utama, jaringan irigasi, dan sarana pendukung lainnya.
Langkah penanganan yang dilakukan melibatkan pembersihan bangunan bendung dan saluran irigasi untuk memulihkan fungsi DI tersebut agar dapat kembali mengalirkan air ke area persawahan masyarakat. Pada tahap awal, telah dilakukan uji coba pengaliran air pascabencana melalui saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang 15 kilometer. Sebanyak sembilan unit alat berat dikerahkan untuk memastikan kelancaran proses pemulihan jaringan irigasi. Targetnya adalah beberapa ruas irigasi dapat segera difungsikan kembali secara bertahap hingga ke sub DI-nya.
Pada akhir Februari 2026, DI Jambo Aye-Langkahan diharapkan bisa beroperasi kembali, sementara untuk sub DI lainnya diharapkan bisa dioperasionalkan kembali pada akhir Maret 2026. Total luas areal irigasi yang diperkirakan dapat berfungsi hingga akhir Maret 2026 mencapai 7.046 hektare. Upaya percepatan pemulihan ini diharapkan dapat membantu petani dalam melanjutkan aktivitas pertanian mereka setelah terhenti akibat banjir bandang. Hal ini diharapkan juga dapat mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat serta menjaga ketahanan pangan di wilayah Aceh Utara pascabencana.
