Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat melalui pelaksanaan Pasar Murah Daging Meugang menyambut bulan Ramadhan 1447 H. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh melalui UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh, didukung oleh Perumdam Tirta Daroy Kota Banda Aceh dan Bank Indonesia.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa intervensi harga daging menjelang tradisi meugang adalah langkah strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi menyambut Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga. Dalam pasar murah ini, daging sapi segar dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram untuk warga Kota Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di sejumlah titik yang tersebar di sembilan kecamatan.
Jadwal dan lokasi pelaksanaan pasar murah ini diatur pada tanggal 15 hingga 18 Februari 2026 di beberapa lokasi yang telah ditentukan. Wali Kota Illiza menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan BUMD menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga di pasar. Stabilisasi harga daging menjadi perhatian serius Pemko Banda Aceh untuk memastikan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang.
Selain itu, langkah ini mempertegas komitmen Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi yang menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Diharapkan dengan intervensi harga ini, tradisi meugang tetap dapat dilaksanakan dan ekonomi lokal tetap sehat. Dalam menjaga kelancaran kegiatan, pihak terkait seperti Satpol-PP, Dishub Banda Aceh, dan Camat akan turut membantu. Heriansyah dari UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh menegaskan ketersediaan stok daging menjelang Ramadhan dan mengimbau pedagang untuk mendukung program operasi pasar murah daging meugang. Semua langkah ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi di Ibukota Provinsi Aceh.
