Sunday, March 15, 2026

Pemkab Nagan Raya Salurkan 80 Ternak Bantuan Presiden Rp1,45 Miliar

Share

Untuk membantu masyarakat korban bencana banjir bandang di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Pemerintah setempat mulai menyalurkan bantuan berupa 80 ternak kerbau dan sapi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto senilai lebih dari Rp 1,45 miliar. Bantuan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daging segar dalam rangka tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut dilakukan di empat kecamatan di daerah ini, yaitu Darul Makmur, Tripa Makmur, Tadu Raya, dan Beutong Ateuh Banggalang.

Menyadari pentingnya tradisi meugang bagi masyarakat Aceh, Wakil Bupati Nagan Raya, Aceh, Raja Sayang bersama Kepala BPBD, Irfanda Rinaldi, turut menyampaikan harapannya. Bantuan yang diterima diharapkan dapat membantu masyarakat korban bencana alam dalam memenuhi kebutuhan daging segar, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Sebanyak 14 ekor ternak kerbau dan sapi juga telah disalurkan ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dengan 10 ekor berasal dari bantuan pemerintah pusat dan 4 ekor berasal dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

Tidak hanya sebagai upaya penyelamatan tradisi meugang, bantuan tersebut juga sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana. Tradisi meugang sendiri telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh selama berabad-abad, yang termaktub dalam Undang-Undang Aceh. Secara tradisional, meugang dilaksanakan tiga kali setahun, yaitu menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Selain sebagai momen kebersamaan dan silaturahmi, tradisi ini juga menggugah kepedulian kepada sesama, terutama yang membutuhkan.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan tradisi meugang tetap dapat terus dilaksanakan oleh masyarakat Aceh, meskipun dalam kondisi sulit akibat bencana alam. Tradisi ini selain sebagai bagian dari warisan budaya, juga sebagai tanda solidaritas dan kepedulian antar sesama di Aceh. Inspirasi dan semangat tradisi meugang ini terus diperkuat, sebagai identitas dan karakter masyarakat Aceh yang kuat dan saling mendukung.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru