Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pada tahun anggaran 2026 telah mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk memperbaiki akses jalan yang rusak di Jambak-Sikundo, Pante Ceureumen. Jalan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025. Kontrak untuk perbaikan jalan tersebut telah disepakati dan tinggal dilaksanakan oleh pihak rekanan.
Proyek pembangunan jalan ke lokasi bencana ini akan dimulai dari batas aspal yang ada dengan panjang sekitar 350 meter. Tujuan pembangunan jalan adalah untuk memudahkan akses transportasi masyarakat di daerah terdampak bencana dan terpencil, sehingga mereka dapat mendapatkan akses transportasi yang lebih baik dan memadai. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas masyarakat dan membuat mereka merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan ke wilayah tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setelah bencana alam pada November 2025. Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi kecamatan di Aceh Barat sesuai dengan kondisi keuangan yang ada. Namun, daerah yang terdampak bencana alam akan mendapat perhatian maksimal untuk memastikan akses transportasi masyarakat dapat ditingkatkan demi kelancaran aktivitas ekonomi.
