Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai melakukan pembersihan lahan seluas 7,5 Ha sebagai tahapan persiapan untuk pembangunan sekolah rakyat yang direncanakan akan dimulai menjelang akhir tahun ini. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan bahwa proses pembersihan lahan dan penimbunan telah dimulai sebagai langkah awal, sementara administrasi lahan seluas 7,5 hektare itu juga telah selesai dilakukan oleh pemerintah daerah. Menurut Tarmizi, lahan tersebut sudah memiliki sertifikat, tinggal proses penimbunan yang masih perlu dilakukan.
Seiring dengan persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap pembangunan sekolah rakyat dapat masuk ke tahap kedua, di mana rencananya akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini bersamaan dengan 100 kabupaten lain di Indonesia. Tarmizi menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong-royong dari semua pihak untuk menyukseskan proses penimbunan lahan yang telah disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat. Untuk mendukung keseriusan dalam hal ini, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar guna mempersiapkan berbagai sarana teknis dan nonteknis yang diperlukan.
Selain itu, Bupati Aceh Barat juga berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan menggunakan dana CSR untuk proses penimbunan lahan yang diperlukan. Dalam upaya percepatan pembangunan, Tarmizi telah bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk menjajaki kemungkinan pembangunan sekolah rakyat di kabupaten tersebut dan upaya untuk menyalurkan pembangunan dari kabupaten lain yang belum memenuhi syarat ke Aceh Barat. Semua proses tersebut tetap akan terus diupayakan agar dapat memasuki tahap pembangunan sekolah rakyat pada tahun ini.
