Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatat prestasi yang tak biasa dalam perayaan hari jadinya. Melalui gelaran Meuseuraya Toet Leumang, Abdya resmi memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tingkat dunia setelah membakar 15.178 leumang dan membungkus 27.100 tape secara massal. Momen itu bukan hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-24 Abdya, tetapi juga menegaskan kekuatan tradisi kuliner sebagai identitas daerah.
Rekor MURI Diserahkan di Bantaran Krueng Beukah
Sertifikat rekor MURI diserahkan langsung kepada Bupati Abdya, Safaruddin, dalam acara yang berlangsung di Bantaran Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, Abdya. Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, menyebut penghargaan tersebut diberikan setelah tim MURI melakukan verifikasi atas jumlah leumang dan tape yang disajikan. Menurut dia, capaian itu dinilai sebagai yang terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Lutfi menegaskan bahwa pengakuan MURI bukan sekadar seremoni, melainkan hasil dari proses pengecekan lapangan terhadap sajian kuliner khas Aceh yang dipusatkan di Abdya. Dari verifikasi itu, jumlah leumang dan tape yang diproduksi warga memang dinyatakan memenuhi syarat untuk pencatatan rekor.
Tradisi, Peringatan HUT, dan Dampak Ekonomi
Bagi Pemkab Abdya, kegiatan ini punya makna yang lebih luas daripada sekadar pemecahan rekor. Meuseuraya Toet Leumang digelar sebagai rangkaian HUT ke-24 kabupaten sekaligus ruang untuk memperkuat kebersamaan warga. Safaruddin menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembakaran leumang dan pembungkusan tape.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi warga setempat. Keterlibatan petani lokal sebagai pemasok bahan baku dinilai penting agar tradisi kuliner daerah tidak hanya hidup sebagai acara seremonial, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Leumang Tak Dibiarkan Sia-sia
Safaruddin memastikan leumang yang dibakar dalam kegiatan tersebut tidak akan terbuang percuma. Seluruh hasilnya akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas usia ke-24 Kabupaten Abdya. Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kuliner khas Abdya ke tingkat yang lebih luas, dengan harapan namanya makin dikenal secara nasional.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
