Pemerintah Abdya Bangun Kembali Pengaman Tebing di Tangan-Tangan
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) segera bertindak untuk membangun kembali pengaman tebing di Desa Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan yang rusak akibat terjangan banjir. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap keluhan masyarakat setempat yang sering kali terkena dampak banjir akibat sungai yang meluap.
Penanganan Darurat
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, pembangunan kembali pengaman tebing diperlukan untuk memastikan keselamatan warga sekitar. Tim teknis lapangan menyarankan agar pemerintah membangun kembali pengaman tebing yang roboh sepanjang 60 meter. Selain itu, program normalisasi sungai sepanjang 50 meter juga masuk dalam agenda Dinas PUPR Abdya.
Normalisasi Sungai Mendesak
Proses normalisasi sungai dianggap mendesak karena Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah tersebut telah mengalami penyempitan yang signifikan. Hal ini menjadi penyebab utama banjir musiman ketika hujan deras melanda. Akibatnya, air sungai meluap ke pemukiman dan lahan pertanian, mengakibatkan kerugian bagi penduduk yang bergantung pada sektor pertanian.
Rahwadi mencatat bahwa warga setempat selalu mengalami genangan air di rumah dan sawah saat hujan turun. Untuk memulihkan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai, Pemerintah Abdya memperkirakan akan memerlukan anggaran sekitar Rp400 juta. Namun, mengingat keterbatasan anggaran, alokasi dana tersebut direncanakan untuk tahun anggaran 2027.
Dengan infrastruktur baru yang direncanakan, diharapkan wilayah tersebut dapat lebih tahan terhadap erosi yang disebabkan oleh arus sungai yang deras. Langkah ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Abdya untuk melindungi warganya dari dampak banjir yang kerap terjadi. Semoga rencana pembangunan ini dapat segera terealisasi untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Abdya.
