Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bersama dengan Dinas Kesehatan Aceh, telah mengirim sebanyak 396 tenaga cadangan kesehatan ke berbagai lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor di tanah rencong. Tenaga kesehatan ini akan bekerja selama 14 hari ke depan, tersebar di delapan kabupaten/kota yang terkena dampak bencana. Sejak dimulainya masa tanggap darurat, sudah lebih dari 1.200 tenaga kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh telah dikerahkan ke daerah-daerah terdampak bencana di Aceh.
Dalam prosesi pelepasan tenaga cadangan kesehatan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Aceh dan seluruh pihak yang telah mendukung upaya kesehatan di lapangan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, juga memberikan apresiasi kepada tenaga cadangan kesehatan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh atas dedikasinya selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.
Mualem menggarisbawahi pentingnya kehadiran tenaga kesehatan dalam proses pemulihan pasca bencana, karena tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat dalam fase ini cukup kompleks. Dengan dukungan penuh dari pemerintah Aceh, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Meskipun tugas ini tidaklah mudah, namun dengan kompetensi, pengalaman, dan kerjasama yang baik, diharapkan dapat dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mendukung dan memastikan koordinasi yang optimal di lapangan, sambil mengingatkan seluruh tim untuk tetap menjaga kesehatan.
