Pemerintah Harus Tingkatkan Penggunaan Renewable Energy

0
188

JAKARTA – Penggunaan energi baru dan terbarukan (RBT) atau renewable energy di Indonesia masih sangat rendah. Pemerintah harus melakukan peningkatan untuk melepas ketergantungan pada energi fosil.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, H Firmandez, Jumat, 14 Juni 2019. Menurut politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini, RUU EBT harus segera disahkan untuk mencapai realisasi Kebijakan Energi Nasional dalam peningkatan penggunaan rewenable energy.

“Pemerintah kan sudah merencanakan ini. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014 ditargetkan bahwa pada tahun 2025 nanti, realisasi penggunaan energi baru dan terbarukan harus sudah mencapai 23 persen,” jelas H Firmandez.

Untuk itu kata H Firmandez, Komisi VII sangat komit untuk mencapai realisasi terebut, salah satu bentuk komitmen itu adalah dengan mengear rapat dengan para stakeholder dan ahli di bidang energi untuk menghimpun aspirasi terkait RUU EBT.

“Kita juga terus mendorong pemerintah untuk menyelesaikan RUU EBT ini, sehingga bisa segera disahkan menjadi UU, kalau tidak terkejar periode ini, bisa masuk dalam RUU prioritas periode 2019-2024 nanti. Intinya kita ingin realiasi pengunaan EBT sebagai energi hijau dan ramah lingkungan itu meningkat,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, pemerintah harus terus meningkatkan usaha untuk mencapai target KEN 2014 tersebut, karena EBT merupakan energi masa depan yang kini sudah diupayakan di manca negara. Indonesia harus mampu menggarap berbagai sumber energi baru tersebut, yang hingga kini belum maksimal dimanfaatkan.

Beberapa jenis energi terbarukan di Indonesia yang belum digarap secara maksimal di antaranya adalah biofuel bahan bakar hayati dari bahan-bahan organik, biomasa energi terbarukan dari bahan bakar kayu dan limbah, energi panas bumi, air dan angin, serta energi dari gelombang laut dan lain sebagainya.

“Potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia sangat besar, ini potensi untuk masa depan, karena diperkirakan dalam beberapa puluh tahun ke depan, keberadaan energi fosil seperti minyak bumi dan sejenisnya akan habis. Kita harus mampu beradaptasi dengan baik dari sekarang untuk beralih dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here