BANDA ACEH – Pemerintah Aceh merumuskan sejumlah aturan turunan terkait Qanun Aceh nomor 7 tahun 2014, tentang Ketenagakerjaan. Beberapa draf Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur telah selesai dirumuskan, termasuk tentang libur di hari meugang.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim, dalam sambutannya pada acara malam keakraban, dalam rangka May Day atau memperingati Hari Buruh se-Dunia tahun 2019, di Grand Nanggroe Hotel, Rabu malam, 1 Mei 2019 menjelaskan, beberapa draf aturan turunan dari Qanun Ketenagakerjaan sedang dan sudah dirampungkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk.

Bahkan katanya, Keputusan Gubernur Aceh terkait insentif meugang bagi buruh telah rampung dan akan segera diserahkan kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan dan Biro Hukum untuk dipelajari.

“Sesuai dengan kekhususan Aceh yang termaktub dalam UU nomor 11 tentang Pemerintahan Aceh, saat ini Pemerintah juga sedang mengkaji untuk memberikan libur meugang bagi buruh Aceh,” ujar Helvizar.

Dalam kesempatan tersebut, Helvizar juga menegaskan bahwa serikat buruh akan selalu dilibatkan dalam berbagai perumusan kebijakan yang berkaitan dengan buruh. ”Pemerintah Aceh juga bertekad terus memberi perhatian bagi kesejahteraan buruh. Oleh karena itu, kami akan selalu melibatkan serikat buruh dalam berbagai perumusan kebijakan terkait buruh,” jelasnya.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here