BANDA ACEH – Pembangunan berbagai sektor di Aceh harus dilakukan dengan basis data yang akurat, tidak copy paste dari program sebelumnya. Penggunaan data yang akurat dalam menyusun rencana pembangunan sangat penting untuk menentukan pembangunan yang terarah dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Rabu, 9 Agustus 2017. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini menegaskan, untuk mendapatkan data yang falid berbagai instansi, lembaga pemerintahan dan akademisi di Aceh harus melakukan koordinasi secara instens.

“Kolaborasi harus dilakukan lintas sektoral, dengan data yang falid maka dapat menghasilkan informasi yang benar dalam pengambilan keputusan. Pembangunan berbasis data juga akan berdampak terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi. Ini harus dilakukan Pemerintah Aceh, jangan instansi pemerintah berjalan sendiri-sendiri,” harap H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Dunia sudah berada para era revolusi digital, aktivitas dan layanan digital sudah masuk dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.

“Jadi dengan data yang benar, pembangunan yang smart bisa dilakukan. Data yang benar juga bisa diolah dengan baik, dan manfaatnya akan sangat luar biasa bagi pembangunan daerah. Sudah saatnya meninggalnya cara-cara konvensional dalam membangun,” tegasnya.

H Firmandez melanjutkan, Pemerintah Aceh harus menggagas suatu forum yang dapat menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam hal pemanfaatan data untuk pembangunan.

“Kolaborasi antar lembaga dan institusi harus dilakukan, libatkan juga kalangan kampus, dengan demikian optimalisasi penggunaan data dalam pembangunan akan bisa dilakukan. Pembungan berbasis data akan lebih berkualitas,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here