BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta untuk mengenjot pendapatan dari berbagai sektor produktif, serta menekan angka inflasi yang diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun. Bank Indonesia memprediksi pendapatan Aceh di akhir tahun juga akan mengalami penurunan.

“Ini sinyal yang harus diperhatikan dan dicermati dengan baik oleh Pemerintah Aceh sekarang. Jangan sampai mengulangi kesalahan masa lalu, inflasi harus ditekan dari sekarang,” kata Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Rabu, 19 Juli 2017.

H. Firmandez menyarankan, untuk menekan angkan inflasi, Pemerintah Aceh harus memakasimalkan pendapatan dari sektor-sektor utama, seperti pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

“Kalau sektor-sektor utama ini mampu digerakkan dengan baik dan maksimal, maka pendapatan Aceh akan meningkat, dan angka inflasi bisa ditekan,” lanjut anggota DPR RI asal dapil Aceh dua ini.

Selain itu kata H Firmandez, jumlah penduduk miskin berdasarkan data BPS Maret 2017 telah mencapai 872 ribu atau setara dengan 16,89 persen jumlah penduduk. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 31 ribu orang dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2016 yang berjumlah 841 ribu orang (16,43 persen).

“Jadi selama delapan bulan penduduk miskin bertambah 31 ribu orang. Setiap bulan 3.875 orang Aceh menjadi miskin, atau setiap harinya di Aceh bertambah penduduk miskin sebanyak 129 orang. Ini menunjukkan pengentasan kemiskinan di Aceh gagal. Pemeritah Aceh yang baru harus cermati ini dengan bijak,” pesan H Firmandez.

Karena itu, H. Firmandez berharap program-program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan harus dilakukan dengan tepat sasaran dan berkesinambungan, jangan lagi hanya seminar dan lokakarya saja.

“Jangan hanya di atas kertas, tapi sembuhkan penyakit langsung di akarnya. Inflasi harus ditekan, masyarakat diberdayakan, sektor utama yang jadi lumbung pendapatan harus dimaksimalkan, dan pada akhirnya rakyat tersejahterakan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here