Thursday, April 16, 2026

Pemerintah Aceh Berupaya Tempati Hunian Sementara Sebelum Idul Fitri

Share

Pemerintah Aceh menargetkan ribuan masyarakat korban bencana alam banjir bandang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, telah menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh pemerintah sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, bersama Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan target tersebut agar seluruh masyarakat dapat masuk ke huntara dan menerima dana tunggu hunian sebelum Idul Fitri. Keduanya juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan satgas yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri untuk mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda pengungsian ke huntara yang masih dalam proses pembangunan. Progress pembangunan huntara di Provinsi Aceh sudah mencapai 60 persen, dengan komitmen untuk menyelesaikan proses ini sebelum 29 April mendatang.

Setelah fase huntara selesai, pemerintah akan melanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk membangun hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam banjir dan longsor di Aceh. Data Posko Tanggap Darurat Bencana menyebutkan bahwa sebanyak 91.962 jiwa dari 24.426 kepala keluarga terdampak bencana masih bertahan di lokasi pengungsian hingga awal Januari 2026. Bencana tersebut berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK, dengan korban meninggal dunia dan hilang.

Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, diikuti oleh beberapa kabupaten lain seperti Gayo Lues, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Timur, Nagan Raya, Bener Meriah, Pidie, dan Kota Lhokseumawe. Beberapa kabupaten/kota yang sebelumnya terdampak bencana tidak lagi memiliki titik pengungsian, menunjukkan hasil upaya pemulihan dan pemindahan pengungsi yang dilakukan pemerintah setempat. Kepedulian dan upaya penanganan bencana alam ini terus dilakukan demi memastikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru