Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menaruh harapan besar pada Sekolah Rakyat sebagai pintu masuk untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI itu dipandang bukan sekadar layanan belajar, melainkan langkah strategis untuk menekan ketimpangan dan memutus rantai kemiskinan di daerah.
Belajar Masih Menumpang di Gedung SKB Labuhanhaji
Meski program sudah berjalan, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Aceh Selatan hingga kini masih berlangsung di Gedung SKB Labuhanhaji. Hal itu terjadi karena sekolah tersebut belum memiliki gedung permanen sendiri. Sementara itu, pembangunan fasilitas tetap masih dalam tahap pengajuan proposal agar ke depan sekolah bisa berdiri dengan tempat yang lebih layak dan mandiri.
Di tengah keterbatasan sarana, Pemkab Aceh Selatan tetap menunjukkan komitmen untuk menjaga keberlangsungan program ini. Pemerintah daerah menilai kehadiran Sekolah Rakyat penting sebagai jalan bagi anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal secara optimal.
74 Peserta Didik dari Latar Belakang Ekonomi Rentan
Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Aceh Selatan saat ini mencapai 74 orang. Mereka terdiri dari jenjang SMP dan SMA, dan seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu. Komposisi ini menunjukkan bahwa program tersebut memang diarahkan untuk menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dukungan pendidikan.
Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Aceh Selatan, Junaedi Dongoran, menjelaskan bahwa peserta didik tingkat SMP dibagi ke dalam dua kelas, sedangkan tingkat SMA hanya memiliki satu kelas. Pembagian itu disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini, sambil menunggu perkembangan fasilitas dan kebutuhan belajar berikutnya.
Seleksi Mengacu pada Data Nasional
Junaedi juga menegaskan bahwa penerimaan peserta didik baru tidak dilakukan secara sembarangan. Prosesnya mengacu pada Data Tunggu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai regulasi Sekolah Rakyat yang ditetapkan pemerintah pusat. Mekanisme ini menjadi dasar agar bantuan pendidikan benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kategori rentan secara ekonomi.
Dengan pola tersebut, Sekolah Rakyat di Aceh Selatan diarahkan untuk menjadi ruang belajar yang lebih adil bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya dan akses. Program ini diharapkan tidak hanya membuka kesempatan sekolah, tetapi juga memberi pijakan yang lebih kuat bagi masa depan mereka di daerah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
