Mark Zuckerberg memperlihatkan tekad yang ambisius dengan Meta yang siap untuk merumahkan ribuan karyawan demi mendanai proyek infrastruktur kecerdasan buatan (AI) senilai triliunan rupiah. Dalam upayanya untuk memenuhi obsesinya terhadap pengembangan AI, Meta sedang merancang rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan akan mengakibatkan lebih dari 15.000 karyawan kehilangan pekerjaan mereka. Hal ini merupakan cerminan dari nilai yang lebih tinggi diberikan pada mesin dan algoritma daripada pada pekerja manusia di dunia Sillicon Valley.
Pengorbanan karyawan Meta ini menjadi sorotan utama pada tahun 2026, dimana efisiensi tenaga kerja hanya dijadikan tameng untuk menyembunyikan biaya pengembangan AI yang terus melonjak tak terkendali. Perkiraan menunjukkan bahwa Meta akan mengeluarkan dana sekitar USD135 miliar (Rp2.295 triliun) hanya untuk pengeluaran terkait AI pada tahun ini saja. Langkah gila ini mencapai puncaknya dengan rencana pembangunan pusat data AI senilai USD600 miliar (Rp10.200 triliun) yang direncanakan selesai pada tahun 2028. Dengan demikian, Zuckerberg menjadikan Meta sebagai platform untuk mewujudkan ambisi besar dalam bidang kecerdasan buatan.
