BLANGKEJEREN – Setelah terbengkalai selama satu tahun, akhirnya proyek jembatan Aih Putih yang menghubungkan daerah pedalaman Pining, Gayo Lues dengan Lokop, Aceh Timur dilanjutkan. Jembatan itu mulai dikerjakan tahun 2015 silam dan baru kembali dilanjutkan pada akhir tahun 2016.

Ilham warga Blangkejeren yang baru melintasi jalan Pining menuju Lokop, Senin, 17 Oktober 2016 di Blangkejeren mengatakan, saat ini rangka baja untuk lanjutan pembangunan jembatan Aih Putih sudah berada di lokasi pembangunan, begitu juga dengan pekerja beserta alat beratnya sedang melakukan penyambungan rangka baja.

“Tahun ini kayaknya siap pembangunan jembatan Aih Putih, karena tinggal menyambung rangka baja saja, sedangkan pembangunan yang lain sudah selesai, seperti pondasi dan timbunannya,” jelas Ilham.

Untuk sementara kata Ilham, pengendara yang melintasi jalan Pining menuju Lokop harus melintasi jembatan darurat yang terbuat dari kayu hutan seadanya tanpa ada pengamanan di samping kanan dan kiri jembatan, begitu juga dengan tiang jembatan yang terbuat dari batang kayu besar. “Selain jembatan Aih Putih, ada empat jembatan lagi yang sedang dibangun di jalan lintas itu, itupun masih dalam tahapan proses pengerjaan,” lanjut Ilham.

Pengendara yang melintasi jalan Pining menuju Lokop selama ini kesulitan melintasi sungai yang sering tiba-tiba airnya meluap, apa lagi saat musim hujan, sehingga sungai menjadi dalam dan tidak bisa dilalui kenderaan. Untuk menghindari itu, biasanya para pelintas melewati jembatan darurat yang dibuat warga dari kayu, namun sekali melintas warga harus membayar Rp 5.000.

“Kalau keempat jembatan nantinya siap, kita tak perlu lagi mengarungi sungai dan membayar biaya pelintasan jembatan darurat,” pungkasnya. [Win Porang]

Previous articleHIPMI Aceh Kirim 3 Utusan ke Diklatnas Lemhanas
Next articleGuru di Aceh Utara Patungan Biaya Pelatihan
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here