Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) telah menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari respons terhadap bencana. Bantuan tersebut mencakup sepeda motor dan mobil ambulans. Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto, menyatakan bahwa tiga unit sepeda motor operasional diserahkan, dengan satu unit dari PB IDI, dua unit lainnya dari kolaborasi dengan alumni SMA 3 Malang, dan satu unit mobil ambulans. Selain itu, PB IDI juga mendistribusikan Program Makanan Bayi dan Anak (PMBA) sebanyak 7.000 paket, lima titik sumur bor untuk air bersih, dan memberikan layanan kesehatan di beberapa posko relawan PB IDI.
Program Integrasi-Respons IDI merupakan komitmen nyata PB IDI untuk bekerja bersama masyarakat dalam masa krisis, di mana respons terintegrasi dianggap kunci untuk memastikan bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terkoordinasi dan berdampak langsung. Respons terhadap bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, telah dilaksanakan dengan kerja kolaboratif lintas sektor dan dukungan dari berbagai pihak, dengan Herbalife sebagai mitra utama.
Integrasi respons IDI menegaskan bahwa seluruh sub-program dijalankan secara serentak dan saling terhubung dalam satu sistem respons terpadu, memastikan bantuan tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak. IDI telah hadir dan bekerja di Aceh Tamiang sejak Desember 2025, dengan pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan yang berjalan berkesinambungan. Program ini memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, cepat, akurat, dan mudah diakses bagi masyarakat, terutama merespon masalah kesehatan di tengah upaya pemulihan kondisi wilayah. Program integrasi respon ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan terpadu.
