Mark Zuckerberg menunjukkan kehadirannya di peragaan busana Prada, memicu spekulasi tentang kemungkinan peluncuran kacamata pintar mewah. Ini merupakan strategi yang berbeda dari keluhan yang sering muncul terkait material kacamata yang rentan rusak walaupun mahal. Sebuah foto menampilkan sang CEO Meta hadir secara menonjol di acara peragaan busana Musim Gugur/Musim Dingin 2026 Prada di Milan bersama istrinya, Priscilla.
Spekulasi semakin meningkat setelah Mark Zuckerberg terlihat berbincang dengan Lorenzo Bertelli, chief merchandising officer Prada dan putra dari desainer Miuccia Prada, di barisan depan acara tersebut. Kehadiran Zuckerberg di acara mode ternyata tidak hanya sekadar menikmati fesyen, tapi juga diyakini sebagai langkah untuk menjalin kerjasama dengan merek mewah Prada.
Meskipun kolaborasi antara Meta dan Prada belum diumumkan secara resmi, namun langkah Meta dalam menggandeng merek fesyen sudah dapat terlihat dari kerjasama dengan EssilorLuxottica, pabrikan kacamata Ray-Ban. Melalui produk Ray-Ban Stories, Meta sukses menggabungkan inovasi AI dengan desain kacamata yang bernuansa gaya hidup, memberikan dampak positif terhadap adopsi masyarakat.
Kolaborasi ini juga berhasil mencatat penjualan fantastis. Dalam pengumuman terbaru, Meta mengumumkan penjualan lebih dari 7 juta kacamata AI sepanjang tahun 2025, yang meningkat drastis dari angka penjualan sebelumnya. Penjualan kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta turut menyumbang kesuksesan ini, dimana Oakley dirancang khusus untuk konsumen dengan gaya hidup atletis. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Mark Zuckerberg di acara peragaan busana Prada telah menimbulkan banyak spekulasi sekaligus memberikan titik terang terkait potensi kolaborasi antara Meta dan Prada di masa depan.
