Kelompok peretas Handala yang diketahui berbasis di Iran berhasil meretas akun Gmail pribadi Direktur FBI Kash Patel. DOJ AS telah mengkonfirmasi kejadian tersebut, dimana Handala mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menampilkan sejumlah dokumen dan foto pribadi Bapak Patel di situs web mereka, termasuk korespondensi dan foto candid. Handala juga mengklaim berhasil mendapatkan sekitar 500 GB data setelah melewati langkah-langkah keamanan. Dalam sebuah pernyataan, kelompok peretas tersebut menegaskan bahwa mereka telah berhasil menembus mitos keamanan Amerika dan menantang FBI dengan tawaran hadiah USD10 juta untuk penangkapan anggota Handala. Semua hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk meningkatkan keamanan online agar dapat melindungi data pribadi dari serangan peretas yang semakin canggih dan berbahaya.
