Sunday, October 11, 2026

Nelayan Selamatkan Paus Raksasa Terdampar di Pesisir Abdya

Share

Seekor paus berukuran besar terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat. Puluhan nelayan dan warga setempat berupaya menyelamatkan mamalia laut itu dengan mendorongnya kembali ke perairan yang lebih dalam.

Upaya tersebut dilakukan secara spontan setelah warga melihat kondisi paus mulai melemah. Nelayan bersama pawang laut bergerak menuju lokasi dengan peralatan seadanya untuk menjaga agar paus tetap hidup di tengah ombak dan teriknya matahari.

Warga Menjaga Paus Sambil Menunggu Bantuan

Salah seorang nelayan, Cek Dun, mengatakan warga tidak tega membiarkan paus itu berada terlalu lama di pesisir. “Kami bergerak cepat bersama warga dan pawang laut karena tidak tega melihat kondisi paus yang mulai melemah,” kata Cek Dun di lokasi kejadian, Jumat.

Selain berusaha mendorong tubuh paus ke arah laut dalam, warga berulang kali menyiramkan air laut ke bagian punggungnya menggunakan ember. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kelembapan kulit paus selama mamalia tersebut masih berada di daratan dan terpapar sinar matahari.

Besarnya tubuh paus membuat proses evakuasi tidak mudah. Pengeras suara masjid desa sempat digunakan untuk meminta warga datang dan membantu menambah tenaga. Puluhan nelayan dan masyarakat kemudian bergotong royong mendorong paus tersebut melewati tepian pantai.

Namun, hingga siang hari, upaya itu belum berhasil. Air laut yang masih surut menyulitkan warga untuk mengembalikan paus ke laut lepas. Proses penyelamatan juga terhenti ketika memasuki waktu shalat Jumat.

Ratusan Warga Datang Menyaksikan

Peristiwa langka tersebut menarik perhatian warga dari luar Kecamatan Kuala Batee. Ratusan orang memadati garis pantai Gampong Lama Tuha untuk menyaksikan langsung upaya penyelamatan paus yang dilakukan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Muhsin, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan paus tersebut masih hidup hingga menjelang waktu shalat Jumat.

“Hingga jelang waktu Jumat tadi masih hidup,” kata Muhsin.

Menurut dia, masyarakat nelayan telah berusaha sekuat tenaga mendorong paus ke laut, tetapi kondisi air yang surut membuat usaha tersebut belum membuahkan hasil. Setelah waktu shalat Jumat, petugas BPBK tidak kembali ke lokasi sehingga lembaga itu belum dapat memastikan perkembangan terakhir paus tersebut.

“Karena setelah shalat Jumat anggota tidak balik lagi ke lokasi,” ujar Muhsin.

Dengan kondisi itu, BPBK Abdya belum memastikan apakah paus masih berada di pesisir Gampong Lama Tuha atau telah berhasil kembali ke laut lepas.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru