Tuesday, April 21, 2026

Muhammadiyah Aceh: Tanggapi Perbedaan Lebaran dengan Dewasa

Share

Persyarikatan Muhammadiyah di Provinsi Aceh mengajak masyarakat untuk menanggapi perbedaan pelaksanaan Idul Fitri 1447 H/2026 dengan sikap dewasa. Wakil Ketua PW Muhammadiyah Aceh, Dr. Aslam Nur, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan jadwal Lebaran antara Muhammadiyah dan pemerintah. Menurutnya, setiap pihak memiliki landasan dan alasan masing-masing, namun penting bagi masyarakat untuk tetap bersukacita dan menjaga kebahagiaan di tengah perbedaan tersebut.

Pada Jumat pagi, ratusan warga Muhammadiyah berkumpul di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Shalat dipimpin oleh Ustadz Darwis Lathief dengan Ust Riza Afrian Mustaqim sebagai khatib. Di wilayah Banda Aceh sendiri terdapat dua lokasi utama pelaksanaan shalat Idul Fitri, yakni di halaman kampus Unmuha dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukaramai.

Selain itu, terdapat 50 titik pelaksanaan shalat Idul Fitri yang tersebar di tingkat Pimpinan Daerah (PDM), Pimpinan Cabang (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se Aceh. Semua titik tersebut mengadakan shalat secara serentak pada hari itu. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), berbeda dengan penetapan pemerintah pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Aslam Nur menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman dan bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru