Menteri ESDM Pertimbangkan Permintaan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun
Banda Aceh – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa permintaan pengolahan gas blok Andaman oleh pemerintah Aceh di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe masih dalam tahap pertimbangan secara ekonomi.
Belum Ada Keputusan Final
Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keputusan terkait hal ini masih dalam pembahasan. Pihak terkait sedang mencari solusi yang menguntungkan semua pihak secara seimbang. Keputusan akhir harus memberikan manfaat secara ekonomi tanpa mengorbankan salah satu pihak. Pengelolaan gas ini melibatkan aspek bisnis yang harus diperhitungkan dengan cermat.
Harus Win-Win Untuk Semua Pihak
Penting untuk mencari kesepakatan yang menguntungkan rakyat Aceh dan investor. Semua pihak harus merasakan manfaat dari pengelolaan gas tersebut. Sharing pendapatan harus dapat dilakukan secara adil dan berkesinambungan.
Mubadala Energy telah menemukan cadangan gas di lepas pantai Blok Andaman dengan target produksi sekitar 300 MMSCFD pada tahap awal. Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah mengirim surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri ESDM terkait pengelolaan temuan minyak dan gas di Lapangan Tangkulo South Andaman oleh Mubadala Energy.
Permintaan Pemerintah Aceh
Pemerintah Aceh meminta agar pengolahan gas blok Andaman dilakukan melalui fasilitas penerimaan darat di KEK Arun Lhokseumawe. Mereka juga meminta alokasi gas tersebut untuk kebutuhan industri di Aceh dan menunda rencana pengembangan sementara.
Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembangunan pipa gas dari lokasi temuan ke daratan membutuhkan biaya tinggi yang akan berpengaruh pada harga jual gas. Harga gas dapat mencapai lebih dari 10 dolar AS per MMBTU jika biaya produksi tinggi.
Secara keseluruhan, pemerintah harus memastikan kelangsungan bisnis bagi Mubadala Energy dan dampaknya terhadap masyarakat Aceh. Pengelolaan gas blok Andaman harus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan adil bagi semua pihak terkait.
