Motorola Razr Fold akhirnya diumumkan di acara MWC 2026 dengan klaim memiliki layar paling terang mencapai 6200 nits. Meskipun demikian, ponsel ini menunjukkan beberapa kekurangan fatal di balik spesifikasi mewahnya. Di atas kertas, smartphone dengan spesifikasi tinggi selalu terdengar menarik bagi konsumen. Hal ini juga yang coba ditawarkan oleh Motorola ketika meluncurkan ponsel lipat pertama mereka, Motorola Razr Fold, dalam acara Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona.
Namun, meskipun memiliki spesifikasi yang fantastis, ponsel ini juga memiliki kelemahan yang harus ditanggung konsumen. Salah satu masalah utama ponsel ini adalah layarnya. Motorola melengkapi ponsel ini dengan layar lipat utama 8,1 inci dengan resolusi 2K dan kecepatan refresh 120Hz, serta kecerahan mencapai 6200 nits. Sedangkan layar luar ponsel ini memiliki resolusi 2.520 x 1.080 piksel, kecepatan refresh 165Hz, dan kecerahan hingga 6000 nits. Meskipun fitur-fitur ini terlihat mengesankan, akan ada risiko terbakar pada layar OLED fleksibel karena kecerahan yang terlalu tinggi.
Juga, ponsel ini menggunakan baterai berkapasitas 6.000mAh untuk menunjang layar 6200 nits dan 165Hz. Namun, hal ini juga menciptakan ironi karena penggunaan baterai besar ini bisa jadi mengorbankan faktor portabilitas dan kenyamanan pengguna. Terlepas dari spesifikasi yang tinggi, Motorola Razr Fold membawa risiko tersendiri bagi pengguna.
