Tim pengabdian mahasiswa dari Universitas Almuslim telah menyerahkan mesin filtrasi air minum portable berbasis multi stage kepada warga hunian darurat di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Penyerahan ini dikoordinir oleh Gaitsa Zahira selaku ketua tim mahasiswa, didampingi oleh dosen pembimbing seperti Ketua Tim Pelaksana Dr. Imam Muslem R., M.Kom, Dr. Cut Azizah, M.T., dan Zulkifli, M.Kom. Mesin filtrasi ini diterima oleh ketua LazisMu Bireuen, Fajar Ardiansyah dan keuchik Gampong Pante Lhong di lokasi hunian sementara pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Keuchik Pante Lhong, Murizal Haryanto, mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari Universitas Almuslim dan mitra kemanusiaan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gampong Pante Lhong. Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026. Hal ini adalah bentuk dukungan dari pemerintah terhadap inovasi mahasiswa yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Mesin filter air yang diserahkan menggunakan teknologi filtrasi bertingkat sebanyak 11 tahap, sehingga air yang dihasilkan siap untuk dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan air bersih warga hunian darurat. Ketersediaan air bersih memang merupakan kebutuhan mendasar, terutama dalam kondisi hunian darurat setelah bencana. Dosen dan mahasiswa telah bekerja dengan baik dalam menginstalasi teknologi ini, memastikan air yang dihasilkan siap dikonsumsi oleh masyarakat. Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, MPd, juga memberikan apresiasi kepada tim mahasiswa dan dosen pembimbing atas kontribusi mereka yang nyata dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan solusi teknologi ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat dan mendukung program kampus berdampak.
