Sunday, March 15, 2026

Mengapa Perusahaan Top Gunakan Robot Lambat? Ini Penjelasannya!

Share

Robot humanoid Walker S2 yang dibuat oleh UBTech sedang diuji coba di lini perakitan pabrikan mobil Zeekr. Meskipun UBTech mengakui bahwa efisiensi robot ini hanya mencapai separuh kemampuan pekerja manusia, hal ini tidak mengurangi minat dari manufaktur global untuk menggunakan teknologi ini guna menghindari ketinggalan dalam hal teknologi. UBTech telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan mobil BYD dan Apple’s main contractor, Foxconn.

Chief Brand Officer UBTech, Michael Tam, menjelaskan bahwa robot andalan mereka, Walker S2, saat ini hanya memiliki tingkat produktivitas sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan dengan tenaga kerja manusia. Namun, meskipun efisiensi terbatas ini hanya berlaku untuk tugas-tugas spesifik seperti menumpuk kotak dan mengontrol kualitas, pasar industri mendorong para pelaku industri untuk bergerak dengan cepat.

Di balik tingkat efisiensi yang terlihat rendah tersebut, terdapat logika pasar yang mendorong perusahaan untuk melakukan investasi pada robot humanoid. Michael Tam mengungkapkan kepada Financial Times bahwa kompetisi yang ketat mendorong industri untuk bergerak cepat agar tidak tertinggal. Adopsi dini teknologi, meskipun belum sempurna, dipercaya menjadi kunci untuk mendominasi pasar di masa depan.

China, yang merupakan poros manufaktur dunia, memberikan dukungan penuh pada industri robot humanoid. Data dari Federasi Robotika Internasional menunjukkan bahwa China menyumbang lebih dari setengah instalasi global robot industri pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa adopsi robot humanoid secara global semakin berkembang, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti BYD, Apple, dan Foxconn memilih untuk menggunakan teknologi ini meskipun efisiensi robot tersebut masih di bawah manusia.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru