Thursday, April 16, 2026

Mengapa Penipuan Digital di Indonesia Lebih Ganas?

Share

Kejahatan penipuan digital semakin mengancam masyarakat Indonesia setiap harinya, dengan sekitar 1.000 kasus dilaporkan setiap hari. Menurut data terbaru dari Indonesia Anti Scam Center (IASC), jumlah laporan kasus penipuan digital terus meningkat secara signifikan. Para pelaku penipuan siber kini lebih memilih untuk memanfaatkan kepolosan dan ketidaktahuan publik dalam memverifikasi dokumen digital, daripada meretas sistem perbankan yang lebih rumit.

Trend kejahatan siber tahun 2026 menunjukkan bahwa penipuan dilakukan dengan modus operandi yang lebih canggih, seperti mengirimkan invoice palsu, pesanan pembelian fiktif, atau dokumen palsu melalui email atau pesan WhatsApp. Para penjahat siber menciptakan narasi darurat dan mendesak untuk memaksa korban agar mentransfer uang tanpa berpikir dua kali.

Marshall Pribadi, CEO & Co-Founder Privy, menekankan pentingnya untuk tidak hanya bergantung pada penampilan visual dokumen untuk memastikan keasliannya. Logo instansi dan tanda tangan dalam dokumen dapat dengan mudah dipalsukan dan dimanipulasi. Oleh karena itu, Marshall membagikan tiga langkah logis yang dapat dilakukan untuk memastikan keamanan dokumen digital dan mencegah jatuh korban dalam penipuan digital ini.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru