Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh telah melaksanakan manasik haji terintegrasi bagi 170 calon haji di Aula Kemenag Nagan Raya. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nagan Raya, H Mauliadi, menjelaskan bahwa kegiatan manasik ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman calon jamaah dalam menjalankan ibadah haji agar berjalan lancar. Manasik adalah peragaan, simulasi, atau bimbingan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah sesuai syariat Islam sebelum keberangkatan ke Tanah Suci Mekah dan Madinah, Arab Saudi.
Kegiatan manasik ini dilakukan agar calon jamaah memahami rukun, wajib, sunnah, serta larangan dalam ibadah haji untuk menjaga agar ibadah berjalan lancar, sah, dan khusyuk. Mauliadi menyatakan bahwa kegiatan manasik dilaksanakan lima kali pertemuan, dimana satu di antaranya dilakukan di aula kemenag dan Masjid Giok Nagan Raya, sementara empat pertemuan lainnya dilaksanakan di tingkat kecamatan domisili calon jamaah. Seluruh dokumen keimigrasian calon jamaah haji asal Nagan Raya Aceh, termasuk visa, sudah siap dan tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
Ada sebanyak 170 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, yang akan berangkat dengan kloter sembilan embarkasi Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar pada pertengahan Mei mendatang. Bupati Nagan Raya, Aceh, Dr Teuku Raja Keumangan, berharap agar calon jamaah dapat mengikuti kegiatan pembekalan manasik dengan baik. Ia menekankan pentingnya fokus dan kedisiplinan dalam mengikuti manasik agar pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekah dan Madinah berjalan lancar tanpa kendala.
Pemerintah daerah juga mendukung agar calon jamaah dapat mematuhi instruksi petugas haji mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat. Diharapkan, melalui kegiatan manasik tersebut, calon jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menjalankan ibadah haji dengan tulus dan khusyuk.
