Wednesday, May 20, 2026

Mahasiswa UUI Kembangkan Antinyamuk Alami dari Boh Kala untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya

Share

Mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) telah memberikan pelatihan kepada masyarakat penyintas bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh tentang cara membuat antinyamuk alami dari bunga kecombrang (boh kala). Menurut Ketua Tim Dosen UUI, Chairanisa Anwar, tujuan pelatihan ini adalah untuk mengajarkan masyarakat cara mengolah bahan-bahan alami yang ada di desa menjadi antinyamuk sebagai langkah preventif untuk masalah kesehatan.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang didanai oleh Kementerian Riset, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek). Program ini melibatkan 50 mahasiswa dari empat program studi di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan, yaitu S1 Farmasi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kebidanan, dan S1 Ilmu Gizi. Selama 20 hari, para mahasiswa memberikan pendampingan, bahan, dan peralatan produksi kepada masyarakat serta memberikan pelatihan agar mereka mampu memproduksi antinyamuk secara mandiri.

Dosen UUI yang terlibat langsung dalam kegiatan ini yakni Chairanisa Anwar, Siti Samaniyah, dan Nuzulul Rahmi. Mereka memberikan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana dengan menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal untuk mitigasi risiko penyakit pascabanjir. Inovasi tersebut berupa pelatihan pembuatan antinyamuk dari bunga kecombrang (boh kala), yang diharapkan dapat membantu menekan risiko penyebaran penyakit seperti malaria, chikungunya, dan DBD yang sering meningkat setelah banjir.

Para mahasiswa berharap inovasi ini juga dapat membantu kelompok tani dan peternak yang terdampak bencana untuk memiliki alternatif produk yang dapat dikembangkan sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masyarakat sangat antusias dengan program ini karena bahan baku bunga kecombrang mudah ditemukan di desa mereka, sehingga inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan bahkan dijual. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat di Desa Manyang Cut dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan mereka setelah bencana banjir.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru