Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengumumkan bahwa longsoran di lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, telah mulai melambat setelah penutupan aliran air dari saluran irigasi di daerah tersebut. Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembatasan aliran air tersebut membantu mengeringkan saluran ke lubang, dengan harapan lubang tidak akan membesar lebih jauh. Penyataan ini dikeluarkan saat Dody Hanggodo mengunjungi lokasi penanganan longsoran yang dilakukan oleh Hutama Karya di Ketol, Aceh Tengah.
Dody menjelaskan bahwa penutupan aliran air dilakukan karena merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kemajuan longsoran. Hal ini membuat lubang tersebut mulai mengering dan berhenti melebar. Tindakan ini diambil berdasarkan hasil kajian awal yang menunjukkan adanya resapan air di bawah tanah, yang menyebabkan lubang terus bertambah besar.
Setelah penutupan aliran air, progresivitas longsoran mulai melambat dan bahkan berhenti sepenuhnya dari 4-5 meter per hari seperti sebelumnya. Dody mencatat bahwa tetesan air ke lubang bahkan dari selokan dapat membuat lubang semakin besar, yang mengapa pemantauan dan penanganan terus dilakukan. Upaya akan dilakukan juga untuk memperkuat dinding di sekitar lubang agar tidak melebar lebih jauh, walaupun keamanan dalam pekerjaan tetap menjadi prioritas.
Dody Hanggodo menekankan pentingnya menghentikan lubang tersebut sepenuhnya dalam waktu sesingkat mungkin. Selain itu, Kementerian PU juga memperhatikan kebutuhan air bagi petani di area sekitar lubang, dengan rencana pembuatan sumur bor dan pembuatan embung. Semua langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
