JAKARTA – Bank Indonesia Kamis, 31 Agustus 2017 merilis, likuiditas perekonomian atau uang beredar pada Juli 2017 tetap tumbuh meskipun melambat. Posisi uang beredar sebesar Rp5.166,4 triliun atau tumbuh 9,2 persen, melambat dibanding dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,3 persen.

Berdasarkan komponennya, perlambatan pertumbuhan bersumber dari komponen uang kuasi dan komponen uang beredar dalam arti sempit, yang masing-masing tumbuh 8,1 persen dan 12,2 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni 2017 yang sebesar 9,2 persen dan 13,2 persen.

Perlambatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh faktor terjadinya kontraksi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus). Kontraksi operasi keuangan Pempus ini tercermin dari kewajiban kepada Pempus (simpanan Pempus di BI dan perbankan) yang tumbuh meningkat dari 20,9 persen pada Juni 2017 menjadi 37,7 persen pada Juli 2017.

Sementara suku bunga kredit menurun, sejalan dengan kecenderungan penurunan suku bunga simpanan berjangka. Pada Juli 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,73 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,77 persen.

Demikian halnya dengan suku bunga simpanan dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan yang masing-masing tercatat 6,56 persen, 6,89 persen, dan 7,04 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,62 persen, 6,95 persen dan 7,05 persen. Di sisi lain, suku bunga simpanan dengan tenor 1 dan 24 bulan mengalami sedikit peningkatan masing-masing menjadi 6,32 persen dan 6,96 persen dari bulan sebelumnya sebesar 6,30 persen dan 6,95 persen. [HK/rls]

Previous articlePemerintah Harus Kembangkan Infrastruktur Pariwisata di Danau Laut Tawar
Next articleLarangan Ekspor CPO Harus Benar-Benar Untungkan Aceh
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here