Apple telah resmi mengumumkan kenaikan harga global untuk MacBook dan iPad. Hal ini menunjukkan dampak nyata dari krisis pasokan chip yang tengah terjadi. CEO Apple, Tim Cook, menyebut situasi saat ini sebagai “banjir seratus tahun” yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam 40 tahun terakhir.
Kenaikan Harga Produk Apple
Dampak dari krisis pasokan chip terasa pada beberapa produk Apple, di antaranya:
- MacBook Neo dari USD599 (Rp10.710.100) naik ke USD699 (Rp12.509.100)
- MacBook Air 512GB dari USD1.099 (Rp19.680.100) naik ke USD1.299 (Rp23.245.100)
- MacBook Pro 1 terabyte dari USD1.699 (Rp30.405.100) naik ke USD1.999 (Rp35.800.100)
- iPad Air 128GB dari USD599 (Rp10.710.100) naik ke USD749 (Rp13.415.100)
- iPad Pro WiFi 256GB dari USD999 (Rp17.880.100) naik ke USD1.199 (Rp21.456.100)
Dampak Terhadap Pasar Saham
Pasca pengumuman kenaikan harga tersebut, saham Apple mengalami penurunan hampir 5 persen. Hal ini menjadi penurunan terbesar dalam satu tahun terakhir. Selain itu, Xbox juga menyusul dengan mengumumkan kenaikan harga konsol kedua kalinya dalam setahun. Kenaikan harga tersebut berkisar antara USD100 hingga USD150.
NVIDIA dan AI Boom Sebagai Penyebab Utama
Diketahui bahwa penyebab utama dari krisis pasokan chip adalah ledakan pembangunan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Perusahaan chip seperti NVIDIA menjalin kesepakatan jangka panjang dengan produsen memory, yang mengakibatkan prioritas pasokan untuk infrastruktur kecerdasan buatan.
