Selama kegiatan di Selat Hormuz, AS telah memberikan perhatian khusus pada penghancuran kapal penebar ranjau Iran. Jenderal Dan Caine dari Ketua Kepala Staf Gabungan mengungkapkan bahwa sebanyak 44 kapal penyebar ranjau Iran telah dihancurkan oleh AS, sementara jet tempur A-10 Warthog digunakan untuk melacak kapal cepat yang bertanggung jawab dalam penyebaran ranjau. Pesawat A-10 Warthog, yang dikenal sebagai “kuda kerja” Angkatan Udara AS, memiliki senjata mesin 30mm yang sangat kuat dan khususnya digunakan untuk dukungan tembakan jarak dekat.
Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa kapal perang AS telah siap untuk mengawal kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran penting yang menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak global. Namun, para ahli militer menegaskan bahwa misi pengawalan hanya dapat dilakukan ketika ancaman ranjau laut dapat dikendalikan. Saat ini, dua pertiga dari kapal perang penyapu ranjau Angkatan Laut AS, yaitu USS Tulsa dan USS Santa Barbara, sedang berada di Singapura untuk perawatan, sementara lokasi USS Canberra masih dirahasiakan.
