Logitech, sebuah perusahaan aksesoris komputer di China, meminta maaf dengan cepat setelah kontroversi iklan mereka. Iklan tersebut membandingkan pelanggan yang menunggu penjualan dengan anjing. Logitech China menghadapi krisis merek akibat iklan kontroversial yang muncul di saluran penjualan resmi. Konten yang menyinggung konsumen ini segera dihapus setelah menyebar di media sosial, memicu reaksi negatif dan seruan boikot produk, khususnya mouse gaming kelas atas mereka.
Perusahaan meminta maaf secara resmi dan menjelaskan bahwa iklan tersebut diposting oleh pihak ketiga, bukan langsung oleh Logitech. Mereka mengakui bahwa postingan itu melanggar pedoman etika dan citra merek yang telah dibangun. Logitech China menyatakan kesedihan dan kekecewaannya atas insiden ini, sambil mengungkapkan empati terhadap pelanggan yang terkena dampak.
Dengan permintaan maaf ini, Logitech berharap untuk mengatasi kemarahan publik dan memulihkan reputasi merek mereka. Mereka menegaskan komitmen mereka terhadap pelanggan dan berjanji untuk lebih memperhatikan proses peninjauan materi pemasaran untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Semoga tindakan ini membantu Logitech memperbaiki hubungan dengan pelanggan dan membangun kepercayaan kembali di pasar China.
