Sunday, January 19, 2020

Komisi VII DPR-RI Berharap Keuangan Pertamina Sehat

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR-RI Bara Hasibuan menyebut bahwa keputusan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mestinya didasari dengan pertimbangan yang matang keuangan perusahaan. Komisi VII DPR-RI menurutnya selalu berharap bahwa kondisi keuangan Pertamina selalu sehat, apalagi saat ini harga minyak dunia sedang tinggi .

“Sebelumnya memang ada tren harga minyak dunia tinggi dan yang kita harapkan memang bahwa keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan yang matang. Jadi selama ini Pertamina sering dibebani oleh berbagai kewajiban yang diberikan oleh pemerintah, tanpa pemerintah kemudian memberikan bantuan finansial seperti program bbm satu harga contohnya,” kata Bara.

Bara mengungkapkan, beberapa variabel bisa menjadi pertimbangan Pertamina dalam menurunkan harga BBM berkualitas tersebut. Variabel itu termasuk di antaranya penguatan nilai tukar Rupiah serta penurunan harga minyak dunia. Namun demikian, Bara berharap penurunan harga BBM oleh Pertamina benar-benar dilandasi kalkulasi keuangan. “Diharapkan besarnya penurunan tidak menjadikan beban bagi Pertamina,” jelasnya.

Lebih lanjut legislator PAN ini menuturkan, saat ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi tersebut juga mendapat penugasan yang sangat berat oleh pemerintah, seperti Public Service Obligation (PSO) dan program BBM satu harga. Semua itu tentu membutuhkan biaya yang besar. “Bahkan mungkin saja memberatkan bagi Pertamina yang juga harus berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan migas asing,” tuturnya.

Namun demikian, Bara mengapresiasi adanya keputusan penurunan harga BBM non subsidi. Menurutnya, selain bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, penurunan harga BBM juga merupakan kepatuhan dan penyesuaian BUMN terhadap variabel harga dan kondisi minyak mentah dunia.

“Saya sangat mengapresiasi Pertamina menurunkan harga BBM. Tentu saja kebijakan ini turut berpengaruh pada kondisi sosial. Keputusan ini juga sangat positif untuk menstimulus pergerakan dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...