Pemerintah Aceh Dan Industri Migas Kolaborasi Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Banda Aceh
Pada hari Minggu, Pemerintah Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dan perusahaan industri migas Medco E&P Malaka bekerja sama dengan LSM Seulanga Aceh untuk menanam 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Kota Banda Aceh sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian lingkungan.
Sekda Aceh, M Nasir, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini yang diinisiasi oleh LSM Seulanga Aceh, bekerjasama dengan BPMA, Medco E&P Malaka, serta Universitas Syiah Kuala (USK). Pidato ini dibacakan oleh Asisten III Setda Aceh Murtala di tengah-tengah kegiatan penanaman mangrove di Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, yang dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai kalangan.
Komitmen dalam Pelestarian Lingkungan
Pada kesempatan tersebut, Nasir mengingatkan akan pentingnya menjaga garis pantai Aceh agar penghidupan masyarakat dari sektor pesisir tetap terjaga. Ia juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penanaman mangrove oleh LSM dan pihak terkait.
Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyampaikan komitmen dari pihaknya dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon secara berkelanjutan. BPMA berusaha untuk mematuhi segala peraturan dalam industri migas serta mengembalikan kondisi alam sesuai semula melalui program plug and abandonment.
Kegiatan Penanaman Mangrove untuk Investasi Jangka Panjang
Ketua LSM Seulanga, Wardhana Prasetya, menambahkan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlunya menjaga lingkungan, terutama melalui penanaman mangrove. Ia menekankan bahwa penanaman mangrove bukan hanya aksi langsung, melainkan juga investasi jangka panjang untuk kawasan pesisir di masa depan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, General Manager Medco E&P Malaka, serta perwakilan dari Universitas Syiah Kuala. Semua pihak berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan dan melakukan langkah nyata dalam pelestarian mangrove di Aceh.
